<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatatan</title>
	<atom:link href="http://catatatan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatatan.wordpress.com</link>
	<description>Catatan, bukan cacatan atau catatatan apalagi catatatatatan, yang penuh dengan kesalahpahaman dan ketidakjelasan.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 17:23:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catatatan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/08d9d4b4aa7981da46e15f43faee92ed?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Catatatan</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catatatan.wordpress.com/osd.xml" title="Catatatan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catatatan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Katawa Shoujo</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2012/01/26/katawa-shoujo/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2012/01/26/katawa-shoujo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 17:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Orang]]></category>
		<category><![CDATA[dating sim]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[visual novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m not an avid visual novel player. Bahkan saya bisa menghitung jumlah &#8220;permainan&#8221; menyerupai visual novel yang pernah saya mainkan. Tapi kali ini saya ingin membahas visual novel yang baru rilis awal tahun ini. Daya tarik awalnya adalah sejarah munculnya visual novel ini sendiri. Bisa dibaca sendiri di situsnya, beberapa entri pasca perilisannya didedikasikan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=286&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>I&#8217;m not an avid visual novel player.</em></p>
<p>Bahkan saya bisa menghitung jumlah &#8220;permainan&#8221; menyerupai visual novel yang pernah saya mainkan. Tapi kali ini saya ingin membahas visual novel yang baru rilis awal tahun ini. Daya tarik awalnya adalah sejarah munculnya visual novel ini sendiri. Bisa dibaca sendiri di situsnya, beberapa entri pasca perilisannya didedikasikan untuk menceritakan sejarahnya. Kalau berkenan pun bisa menelusuri arsip dalam <a title="Blognya" href="http://katawashoujo.blogspot.com/">blognya</a> hingga tahun 2007. Kalau berminat mengunduh pun tersedia di <a title="Situs utama" href="http://katawa-shoujo.com/">situsnya</a>.Kalau sudah memainkannya dan kepincut lagu-lagunya pun juga disediakan tautan untuk mengunduh lagu-lagunya di situsnya tersebut. Keduanya bisa diunduh gratis.</p>
<p>Berdasarkan cerita, visual novel ini berputar pada dua konsep. Konsep pertama dari kondisi protagonis (terserah kalau mau mengasosiasikan dengan diri sendiri) yang dilempar untuk memulai sebuah kehidupan baru, kedua adalah mengenai penerimaan atas kondisi yang tidak biasa menjadi sesuatu yang biasa. Bagian yang kedua ini mengantar ke suatu <em>gimmick</em> dari visual novel ini, di mana visual novel ini dibuat menjadi sebuah <em>dating sim</em> yang karakter perempuannya adalah perempuan-perempuan (atau siswi) sekolah berkebutuhan khusus. Dengan kata lain karakter yang ditemui dalam visual novel ini sebagian besar adalah gadis yang memiliki kekurangan, tentu saja ada karakter minor yang tidak senada tetapi mereka tidak jadi pilihan untuk <em>err&#8230;</em> dikencani.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2012/01/cynics.png"><img class="aligncenter  wp-image-288" title="Cynics" src="http://catatatan.files.wordpress.com/2012/01/cynics.png?w=403&#038;h=302" alt="" width="403" height="302" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Pertama mendengar tentang visual novel ini rasanya sekitar 2008 atau 2009. Waktu itu sedang dikasih proyek oleh unit di kampus saya dulu untuk membuat visual novel. Maksudnya mencari referensi dan dapatlah mengenai visual novel ini yang saat itu masih berupa demo yang hanya memainkan bagian 1 (Act. 1). Saat itu yang menarik perhatian pertama adalah <em>gimmick</em> dari visual novel ini di mana protagonisnya berinteraksi dengan gadis-gadis berkekurangan tersebut. Saat itu muncul pikiran, <em>&#8220;I think I can relate well with this story.&#8221;</em> Dan pikiran itu bertahan sampai 4-3 tahun kemudian saya memainkan visual novel ini secara utuh, 2 dari 5 rute (yang tampak resminya) tersedia. Kenapa saya merasa bisa berhubungan dengan konsep awalnya? Yah, sebutlah latar belakang pribadi secara a piori dan a posteriori setelah memainkannya pun rupanya <em>gimmick</em> tersebut bukanlah sekedar <em>gimmick</em> seperti ninja yang dapat menggerakkan pasukan zombi.</p>
<p style="text-align:left;">Hal lain yang membuat saya bisa merasa bersahabat dengan jalan cerita juga didukung dengan <em>insight</em> dari protagonis, Hisao Nakai, itu sendiri. Cuplikan gambar di atas dengan sebaris kalimat yang dari Rin, yang tergambar tersebut, menggambarkan protagonis kita dalam visual novel ini. Kalau sebelumnya saya sebut konsep pertama dalam visual novel ini adalah bagaimana memulai sesuatu yang baru setelah dilempar tanpa kehendak. Prolog visual novel ini menceritakan Hisao yang mendapat serangan jantung mendadak. Kemudian diketahui bahwa Ia menderita suatu kelainan jantung yang membuatnya terpaksa pindah ke sekolah baru yang dapat menunjuang kebutuhan medisnya, di sekolah baru inilah Ia bertemu dengan &#8220;teman-teman&#8221; baru termasuk 6 gadis yang 5 di antaranya memiliki rute masing-masing (untuk dikencani tentunya). Pada awalnya Hisao menyesali nasibnya ini, mendapat penyakit yang tidak mengenakkan dan pindah sekolah di tahun terakhirnya sekolah, akan tetapi seiring berjalan cerita dan interaksi dengan karakter lain, asumsikan dimainkan dengan baik, kita dapat menemukan Hisao kemudian menemukan kembali jalan hidupnya dan memulai hidupnya lagi dengan menerima kondisi Ia saat ini. Meninggalkan Hisao yang lama dan menjadi Hisao yang, yang menderita kelainan jantung.</p>
<p style="text-align:left;">Kelainan jantung yang diderita Hisao adalah bagian dari <em>gimmick</em> yaitu <em>disability</em> dalam VN ini. Penerimaan Hisao, atau protagonis atau <em>si aku</em>, dalam cerita ini adalah pesannya. Pesan klise tentang bagaimana seseorang menerima kondisinya tanpa mengasihani dirinya dan bisa menjalani hidup dengan kondisi yang terberi itu. Hal yang belum bisa saya wujudkan memang. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2012/01/lilly02.png"><img class="aligncenter  wp-image-289" title="Lilly02" src="http://catatatan.files.wordpress.com/2012/01/lilly02.png?w=403&#038;h=302" alt="" width="403" height="302" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Tapi bukan sekedar memberi penyemangat pada yang merasa memiliki kekurangan tertentu, yang signifikan, untuk menjalani hidupnya sebaik mungkin. Dulu ibu saya selalu bilang bahwa setiap orang pasti punya kekurangan, terlihat atau pun tidak. Meski bahasa saya lebih senang menggunakan kata, kecil maupun besar. Kelainan jantung Hisao mungkin besar, seperti Lilly yang buta. Tetapi kekurangan kecil seperti saya tidak sanggup mengendarai mobil, tidak bisa melafalkan &#8216;R&#8217; pun bukan berarti dilewati begitu saja. Kekurangan itu adalah bagian dari diri kita, yang menjadikan diri kita. Radikalnya tanpa kekurangan itu justru diri kita menjadi tidak lengkap, cacat, bukan justru menjadikan kita lebih sempurna. Ini mengantarkan pada konsep kedua.</p>
<p style="text-align:left;">Konsep kedua sederhananya adalah seperti pemutarbalikan apa-yang-normal dan apa-yang-tidak-normal. Di luar sekolah Yamaku bertemu dengan salah satu siswa/i Yamaku adalah sesuatu yang janggal dan butuh penanganan khusus. tetapi di dalam Yamaku yang merupakan sekolah untuk siswa/i berkebutuhan khusus justru sebaliknya. Menarik hal ini keluar, yang pertama membuat orang terheran (setidaknya beberapa kenalan saya) ketika mendengar tentang VN ini adalah sebagai sebuah <em>dating sim</em> kita dihadapkan pilihan pada gadis-gadis berkekurangan. Sudah saya sebut di awal <em>gimmick </em>tersebut justru yang membuat saya semakin antusias, dan antusiasme saya tidak terbayar percuma, tetapi antusiasme itu rupanya tidak selalu ada di orang lain. Maka masih senada dengan konsep kedua yang saya sebut itu, visual novel ini dengan penulisan cerita yang baik mampu memberi pesan mengenai bagaimana berinteraksi dengan mereka yang, tidak normal di mata sehari-hari kita.</p>
<p style="text-align:left;">Saya juga masih sering merasa canggung ketika berhadapan dengan pengemis yang berkekurangan di pinggir jalan. Atau di kampus pun menemui mahasiswa/i serupa. Bagi mereka itulah diri mereka, tetapi saya sendiri merasakan kecanggungan bagaimana agar tidak salah bertingkah. Dalam bahasa VN ini, bagaimana bercinta dengan seorang gadis buta? Bagaimana merasakan apa yang Ia lihat? Itu salah satu contoh saja.</p>
<p style="text-align:left;">Bicara soal bercinta. Sebagai <em>dating sim</em> VN ini datang dengan adegan yang memiliki rating 17+. Ini mungkin bisa menarik kontroversi. Tapi mengesampingkan kontroversinya terlebih dahulu saya merasa tidak terlampau keberatan dengan keberadaan adegan tersebut. Sebagai sebuah VN saya lebih mendapati seperti membaca <em>Dance Dance Dance </em>beberapa minggu lalu atau <em>Samurai: Kastel Awan Burung Gereja </em>saat SMA dulu. Saya sendiri baru menemukan adegan 17+ di satu rute saja dan saya tidak menemukan penggambarannya <em>lustful</em> lebih seperti ketika saya membaca novel yang kedua itu. Meski saya samar ingat seberapa eksplisit dalam novel kedua itu. Penggambaran adegan 17+ digambarkan dengan sederhana, visual yang menyertai pun tidak dibuat untuk membangkitkan birahi atau semacamnya. Karena pula ini adalah sebuah VN yang berat teks, maka setidaknya perhatian bisa teralih ke teks dibanding gambar. Kalau itu pun masih dirasa tidak nyaman, tersedia opsi untuk mematikannya. <del>Saya sendiri tidak mematikan untuk mendapat keseluruhan ceritanya.</del></p>
<p style="text-align:left;">Saya dapat mengasosiasikan diri dengan ceritanya, dengan <em>gimmick</em>-nya, dan <em>gimmick</em> tersebut pun dikembangkan menjadi sebuah cerita yang baik membuat saya dapat menikmati VN ini. Meski <em>insight</em> Hisao yang saya katakan menarik itu sebenarnya adalah sesuatu yang sudah biasa saja tetapi menarik. Terlebih apabila di awal terasa kurang bisa me-<em>relate</em> dengan cerita yang akan diterima<em>. </em>Terserah mau menilai Hisao sebagai seorang sinis maupun realis (atau bahkan galau tingkat akut), akan tetapi menempatkan diri sebagai protagonis bukanlah hal yang buruk juga kalau memang ingin mengapresiasi sisi emosional dari VN ini. Adegan klise dan keju tetap ada, sebagaimana <em>sterotyping</em> jenis karakter di luar kekurangan mereka masing-masing. Tapi betapapun klise sebuah adegan di penghujung cerita Lilly tetap bisa membuat saya meneteskan air mata.</p>
<p style="text-align:left;">Ini tentang bagaimana menerima kondisi tidak mengenakkan dalam diri dan juga dalam orang lain. Dalam bahasa kejunya, bahasa cintanya, bagaimana mencintai kekurangan diri sendiri begitu pula kekurangan orang lain. <em>It&#8217;s a dating sim after all</em>.</p>
<p style="text-align:left;">Anyway, If you think I&#8217;m being too serious. You should thank this guy for the <a title="Review Katawa Shoujo | Stoplayingame" href="http://stoplayingame.wordpress.com/2012/01/08/review-katawa-shoujo/">more dependable review</a> rather than my somewhat-trying-to-convey-something-personal review. Also check out the postscript on his review, for <em>dat feel bro</em> moment.</p>
<p style="text-align:left;">P.S. Selamat Tahun Baru 2012 bagi yang merayakan. Meski saya tidak merayakan, Katawa Shoujo yang rilis pada tanggal 3 Januari 2012 kemarin adalah sebuah kejutan dan hadiah awal tahun yang cukup memuaskan untuk mengawali tahun ini <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=286&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2012/01/26/katawa-shoujo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatatan.files.wordpress.com/2012/01/cynics.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cynics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatatan.files.wordpress.com/2012/01/lilly02.png" medium="image">
			<media:title type="html">Lilly02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sigh&#8221;</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2011/12/23/sigh/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2011/12/23/sigh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 18:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Baca&#8221; dari kanan ke kiri. Belakangan selain disibukkan dengan tugas dan ujian saya jadi sering main ke tumblr. Jadi kalau postingan kali ini saya ngerasa ini gayanya agak tumblr-ish, meski di tumblr saya berusaha untuk selalu nge-post dalam Bahasa Inggris. Mungkin kompensasi untuk blog saya yang berbahasa Inggris itu tapi sekarang sudah terbengkalai. Yah, ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=267&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/12/sigh_13-14.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-268" title="Sigh_13 - 14" src="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/12/sigh_13-14.jpg?w=575&#038;h=407" alt="Sigh by Ootomo Megane pg. 13-14" width="575" height="407" /></a></p>
<p>&#8220;Baca&#8221; dari kanan ke kiri.</p>
<p>Belakangan selain disibukkan dengan tugas dan ujian saya jadi sering main ke tumblr. Jadi kalau postingan kali ini saya ngerasa ini gayanya agak tumblr-ish, meski di tumblr saya berusaha untuk selalu nge-post dalam Bahasa Inggris. Mungkin kompensasi untuk blog saya yang berbahasa Inggris itu tapi sekarang sudah terbengkalai. Yah, ini juga gak beda sih.</p>
<p>Tentang halaman yang saya pasang di atas tersebut. Saya comot dari komik shoujo-ai buatan Ootomo Megane. Ada dalam antologi komiknya dia, ini salah satu cerita saja. Melihat dua halaman saja jelas tidak bisa menceritakan isi dari seluruh 6 cerita yang ada di antologi tersebut. Tapi memang bukan itu tujuan saya. Lagipula toh, kalau masih rentan dengan isu homoseksual lebih baik tidak saya bahas soal ceritanya kan? :p</p>
<p>Kalau saya mau tidak bertanggung jawab, saya akan menyerahkan pada yang membaca sampai tulisan ini untuk menginterpretasi dua halaman itu sendiri. Secara pribadi saya memaksudkan untuk mengapresiasi dua halaman tersebut, bahkan keseluruhan bab cerita ini pun buat saya bagus secara artistik sebagai komik. Untuk dua halaman di atas saya mau mengatakan kedua halaman tersebut adalah komik yang berpuisi secara visual. Ini bukan komik bisu, tetap ada dialog di halaman sebelumnya. Bahkan dialognya pun menurut saya diletakkan secara puitis, meski saya cuma bisa membaca scanlationnya.</p>
<p>Ngomong-ngomong sebentar lagi tahun baru.</p>
<p>Jadi yah, kalau ada yang berminat membandingkan interpretasi. Kalau mau mengacu ke ucapan bahwa <em>&#8220;apa yang diletakkan di dalam suatu panel lebih penting dari bagaimana menggambarnya,&#8221;</em> maka saya mau mengakui kedua halaman di atas adalah sebuah pencapaian yang bagus. Kalimat itu pernah disebutkan oleh Scott McCloud kalau tidak salah.</p>
<p>Lebih lengkap soal komiknya. Antologinya berjudul &#8220;Himitsu&#8221; atau &#8220;Secret (Love)&#8221;, buatan Ootomo Megane. Halaman tersebut ada di cerita keenam yang berjudul &#8220;Toiki&#8221; atau &#8220;Sigh&#8221;. Sekali lagi, ini adalah komik bergenre shoujo-ai. Mohon kebijaksanannya. [<a href="http://www.mangaupdates.com/series.html?id=61160">link</a>] ke mangaupdates.com</p>
<p>Berapa hari lalu saya menulis pendek tentang shoujo-ai juga di tumblr. Bisa dilihat kalau berkenan.</p>
<p>Ya, ini cuma postingan ringan yang dibuat untuk menghela napas di tengah waktu mengerjakan tugas kuliah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=267&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2011/12/23/sigh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/12/sigh_13-14.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sigh_13 - 14</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zizek dan Komunisme yang Membosankan</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2011/09/18/zizek-dan-komunisme-yang-membosankan/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2011/09/18/zizek-dan-komunisme-yang-membosankan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 08:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Lampau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Minus 22 jam dari minggu perkuliahan kedua di semester 5. Di sela pengerjaan tugas membuat rangkuman tulisan Slavoj Zizek dalam buku &#8220;First as Tragedy, Then as Farce&#8220;. Bagian kedua buku ini, bagian yang saya kebagian disuruh baca, membahas hipotesis komunisme di era kontemporer ini. Sempat saya kira komunisme itu sudah basi dan terlalu loyo untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=252&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/09/tragedyfarce.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-254" title="tragedyfarce" src="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/09/tragedyfarce.jpeg?w=575" alt="First as Tragedy, Then as Farce"   /></a></p>
<p>Minus 22 jam dari minggu perkuliahan kedua di semester 5. Di sela pengerjaan tugas membuat rangkuman tulisan Slavoj Zizek dalam buku &#8220;<em>First as Tragedy, Then as Farce</em>&#8220;. Bagian kedua buku ini, bagian yang saya kebagian disuruh baca, membahas hipotesis komunisme di era kontemporer ini. Sempat saya kira komunisme itu sudah basi dan terlalu loyo untuk diungkit lagi. Tapi saya ternyata melupakan fakta bahwa eksistensi komunisme tetap seksi di era demokrasi liberal ini, karena <em>anti mainstream</em> itu keren.</p>
<p>Saya bukan komunis, meski dulu pernah berpikir untuk menjadi satu. Justru adanya saya gerah membaca halaman-halaman dalam bagian tengah buku ini. Terlalu emosional, kalau dibandingkan dengan paper teman saya tentang media sosial. Terlalu kiri, terlalu membosankan. Cukup menggunakan kata &#8220;terlalu&#8221; karena masalahnya bukan di &#8220;kiri&#8221;, &#8220;membosankan&#8221;, &#8220;emosional&#8221; tapi di &#8220;<em>ter-la-lu</em>&#8221; seperti kata Bang Rhoma Irama. Zizek tidak salah juga dalam menganalisis dan mengkritik fenomena kontemporer, paling kontemporer yang sudah saya baca di sini dia mempertanyakan Obama, rasanya Zizek sama seperti kebanyakan orang sekarang yang menanalisis perkara-perkara yang membuat kenapa masih ada saja orang yang tidak berpuas diri kalau memang demokrasi liberal dan kapitalisme memang adalah jawaban untuk kebahagiaan atau secara sosialnya untuk perdamaian dalam perbedaan, tapi tetap satu. Tapi kalau Zizek dirasanya terlalu politis, terlalu sosialis, terlalu kiri, dan seolah di matanya dia memandang segala yang relevan adalah problematika manusia hidup bersama. Saya menemukan di lain kesempatan ada Michael Foley yang saya baca bukunya, &#8220;<em>The Age of Absurdity</em>&#8221; saat liburan kemarin, memberi pandangan yang lebih personal, lebih membumi dibanding Zizek. Saya harusnya tahu memang dua orang ini harusnya memandang dua problem berbeda, dengan dua pandangan berbeda. Saya lupa juga di bagian pertama buku Zizek ini sebelumnya Ia mengkritik kapitalisme yang tetap saja jahat walau dipuja orang-orang.</p>
<p>Kembali soal Zizek dan Komunisme yang Membosankan-karena-terlalu-diulang-ulang-terus-sampai-bosan-dengarnya, ini pendapat pribadi saya saja. Keberatan saya ada di bagian pandangan Zizek yang terlalu politis itu. Kalau politik kita anggap tentang bagaimana manusia hidup bersama, baiklah manusia memang hidup bersama tetapi memandang segala sesuatu tentang kebrsamaan hidup manusia bersama adalah sesuatu yang rumit, membosankan. Terima kenyataan bahwa komunikasi dan kehidupan bersama adalah sesuatu yang absurd dan terlalu absurd pula untuk dibahas. Saya katakan komunisme yang dibahas Zizek di sini membosankan, sampai titik ini, karena penyebab itu. Buat saya mencari jawaban, atau pembenaran, atas jungkir baliknya kehidupan kontemporer dengan mengulas manusia secara kumpulan individu atas dasar pandangan bahwa manusia adalah individu yang hidup bersama&#8211;politis&#8211;adalah cara pandang yang membosankan. Saya lebih suka pendekatan Foley yang lebih personal, baginya jawaban ditemukan dengan menjadikan diri sebagai <em>crank</em>, bukan filmnya Jason Statham. Pendekatan Foley lebih menyebalkan sebetulnya dibanding Zizek yang lebih manusiawi. kalau saya mau berkata, Zizek memilih untuk mengurusi manusia. Foley justru memilih untuk keluar, sejenak, dari kumpulan manusia.</p>
<p>Kalau saya mau mengikuti Zizek, mungkin saya akan lebih berisik. Tapi saya memilih untuk tutup telinga. Sebulan sudah saya tutup telinga dari suara speaker masjid dan dakwah musiman di televisi dari beragam jenis ustadz. Ternyata selepas musim religi itu masih ada lagi ustadz-ustadz <del>sok</del> inkonvensional yang masih malang melintang, di sinetron. Di lain kesempatan saya bertemu dengan segerombolan darah muda yang sibuk membahas anime teranyar, di sisi lain ada lagi darah muda lain yang berhingar bingar dengan lagu pop. Mungkin hidup ini emang cuma sinetron. Sepuluh tahun yang lalu arc perang melawan terorisme dan Islamophobia dimulai, sekitar 20 tahun lalu arc perang melawan komunisme sudah selesai. Film Captain America menghidupkan lagi cerita arc perang melawan Naziisme di tahun 40-an. Itu semua dari pandangan Amerika, kalau dunia ini memang sejarah dan sutradaranya adalah Amerika. Maka komunisme seharusnya memang sudah basi. Lucu kalau saya merasa Zizek sendiri yang justru membuat komunisme itu menjadi membosankan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=252&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2011/09/18/zizek-dan-komunisme-yang-membosankan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/09/tragedyfarce.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">tragedyfarce</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jibril dan Kuliah</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2011/09/12/jibril-dan-kuliah/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2011/09/12/jibril-dan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 20:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Lampau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa jam menjelang hari pertama perkuliahan semester 5 di universitas negara ini. Beberapa jam berlalu setelah peringatan 10 tahun peristiwa 11 September. Kemudian di dini hari ini muncul wangsit untuk membuat sebuah tulisan. Saya tidak mau berbicara tentang peristiwa 11 September, karena 10 tahun yang lalu baru siang 12 September saya mengetahui persis kejadian pastinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=245&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa jam menjelang hari pertama perkuliahan semester 5 di universitas negara ini. Beberapa jam berlalu setelah peringatan 10 tahun peristiwa 11 September. Kemudian di dini hari ini muncul wangsit untuk membuat sebuah tulisan. Saya tidak mau berbicara tentang peristiwa 11 September, karena 10 tahun yang lalu baru siang 12 September saya mengetahui persis kejadian pastinya. Bukan kondisi informasi masa itu yang belum secepat koneksi HSDPA ponsel pintar saya, hanya perkara ketidakacuhan.</p>
<p>Dua tahun yang lalu saya baru mulai kuliah di sini dan mengambil satu mata kuliah pilihan. Mata kuliah pilihan itu memberi tugas akhir semester untuk membuat sebuah komik strip. Komik strip yang saya buat sederhana saja, cukup satu halaman. Seingat saya mungkin itu satu-satunya komik <em>genah</em> yang saya buat sekian lama saya keranjingan komik. Yah, maksudnya saya <em>katanya</em> komikus tapi kok tidak pernah membuat komik yang tuntas. Bukannya menghabiskan waktu membaca komik atau sekedar <em>fangirling</em> serial atau karakter dari serial tertentu saya lebih menghabiskan waktu merenungi apa yang sudah saya buat, padahal nyatanya belum membuat apa-apa. Ditanya tentang serial animasi, saya malah lebih mahfum menjawab tentang serial TV Amerika yang teranyar. Kadang saya bingung jadi saya ini sebenarnya komikus atau bukan? Walau saya tahu komikus-komikus lain juga pasti menonton serial-serial itu, kalau tidak pasti ya kemungkinan itu ada.</p>
<p>Kembali ke soal satu-satunya komik saya yang dirasa <em>genah</em> ini. Cerita pendek yang menceritakan malaikat Jibril dan tugasnya. Saya buat ini berdasar apa yang dulu diajarkan ustadz, bahwa tugas malaikat Jibril adalah mengantarkan wahyu. Muhammad saat menyepi di gua Hira didatangi oleh Jibril dan disuruh membaca, tiga kali. Tapi komik strip yang saya buat sama sekali gak Islami, entah kenapa. Kalau dilihat ustadz saya itu dulu mungkin beliau terheran-heran kok bisanya saya buat komik begitu.</p>
<p>Di komik itu Jibril diberi tugas mengantarkan sebuah surat yang tertutup. Tetapi di tengah jalan suratnya terbaca secara tidak sengaja olehnya. Ia membaca lagi isi surat itu dan berpikir isi pesannya terlalu rumit dan khawatir si penerima pesannya nanti tidak dapat mengerti maksud dari pesan itu. Khawatir karena Ia kira tugasnya bukan sekedar menyampaikan pesan dengan mengantarkan surat saja tetapi bukankah juga itu termasuk memastikan si penerima mendapatkan maksud dari pesan itu. Pada akhirnya Ia tidak ambil pusing dan berpikir, bahwa si pengirim tentunya mengirim pesan yang semestinya bisa dipahami si penerima pesan.</p>
<p>Maknanya apa? Saya enggak ada maksud memasukkan perdebatan teologis ketika membuat komik strip ini. Niatan saya ketika itu ya cuma untuk lulus satu mata kuliah ini. Kebetulan saat itu saya sedang ada draft karakter &#8220;Jibril&#8221; ini, yang memang seorang kurir. Saya gunakan draft karakter itu untuk tugas akhir dan selesai sudah. Saya pernah mempublikasikan komik strip ini dulu, tapi kalau berkenan mau dilihat silakan lihat <a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/09/jibrilres.jpg">dimari</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=245&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2011/09/12/jibril-dan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sputnik Sweetheart</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2011/06/17/sputnik-sweetheart/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2011/06/17/sputnik-sweetheart/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 04:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://catatatan.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan mau menulis resensi. Kebetulan saja baru selesai membacanya dan terpikir untuk berbagi kesan sedikit, yang tidak cukup melalui microblogging macam plurk atau twitter. Rasanya lucu juga tapi ternyata apa yang ingin saya tulis bukan sebuah resensi yang mendalam tapi tetap saya masukkan dalam blog. Relatif anggapannya akan lebih dalam dan tidak sesantai membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=236&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan mau menulis resensi. Kebetulan saja baru selesai membacanya dan terpikir untuk berbagi kesan sedikit, yang tidak cukup melalui microblogging macam plurk atau twitter. Rasanya lucu juga tapi ternyata apa yang ingin saya tulis bukan sebuah resensi yang mendalam tapi tetap saya masukkan dalam blog. Relatif anggapannya akan lebih dalam dan tidak sesantai membaca aliran teks dalam garis waktu di twitter atau plurk. Tapi saya punya kemalasan saya sendiri untuk tidak membuat resensi.</p>
<p>Buku yang baru selesai saya baca judulnya sama dengan judul entri ini. Judul entri ini seperti itu karena saya malas memberi judul atau karena memang saya ingin menggambarkan isi buku itu dari entri ini. Entahlah. Oh, ini bukan buku sebagai buku, ini buku novel. Penulisnya memang penulis kesukaan saya, Haruki Murakami. Beberapa waktu lalu saya menghabiskan membaca memoarnya.</p>
<p><a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/06/sputnik-sweetheart.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-241" title="Sputnik-Sweetheart" src="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/06/sputnik-sweetheart.jpg?w=575" alt=""   /></a></p>
<p>Secara garis besar ceritanya tentang Si Protagonis dengan teman lesbiannya. Awalnya saya kira akan membahas topik homoseksualitas di sini, tapi rupanya tidak banyak. Dengan kata homoseksualitas saya memaksudkan kata `homo` dan `seksualitas` di mana `seksualitas` adalah tema yang cukup umum dalam novel-novel Murakami. Seksualitas bisa ditemui di sini walau tidak sevulgar yang saya temui dalam Norwegian Wood. Tapi tak usah lah dibahas. Tema yang dibahas justru `kesendirian`. Lalu saya ambil sebuah paragraf dari novel tersebut:</p>
<blockquote><p>And it came to me then. That we were wonderful travelling companions, but in the end no more lonely than lumps of metal on their own separate orbits. From far off they look like beautiful shooting stars, but in reality they&#8217;re nothing more than prisons, where each of us is locked up alone, going nowhere. When the orbits of these two satellites of ours happened to cross paths, we could be together. Maybe even our hearts to each other. But that was only for the briefest moment. In the next instant we&#8217;d be in absolute solitude. Until we burned up and became nothing.</p></blockquote>
<p>That paragraph struck me. The first time I read it, I&#8217;m amazed. The second time, I laughed.</p>
<p>Masih ada baris-baris lain yang juga menarik tapi untuk kali ini biarkan saja paragraf itu dulu. Secara ringkasnya, menarik adalah bahwa memang begitu seringkali terasa hubungan dengan orang lain. Komunikasi. Terhubung untuk beberapa saat lalu kemudian terpisah lagi, dan sadar bahwa manusia memang sendiri. Dalam novel ini Haruki Murakami benar-benar memainkan perasaan kesendirian dengan menarik. Ditambah dengan roman yang membuatnya seperti fanservis, yang tetap menarik.</p>
<p>Kalau dari biasa saya baca kesendirian tiap karakter dalam novel-novel Murakami dibangun begitu saja. Di novel ini hal itu diperkuat. Seolah ditegaskan benar-benar bahwa tiap karakter benar-benar adalah sendiri, benar-benar adalah individu manusia yang terpisah satu sama lain. Hanya terhubung oleh segala macam cara komunikasi. Jam kerja, telepon, sementara pada nyatanya mereka tetap sendiri di luar itu. Dalam telepon pun mereka tetap sendiri di kotak telepon, di kamar tidur, kotak telepon entah di mana. Kemudian bagaimana berharganya juga manusia lain bagi satu manusia, ketika manusia lain itu hilang barulah kesendirian itu datang.</p>
<p>Dan seperti sekarang liburan semester dimulai, perlahan manusia-manusia itu menghilang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=236&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2011/06/17/sputnik-sweetheart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatatan.files.wordpress.com/2011/06/sputnik-sweetheart.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sputnik-Sweetheart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kingdom Hearts dan Megami Tensei</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2011/03/04/kingdom-hearts-dan-megami-tensei/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2011/03/04/kingdom-hearts-dan-megami-tensei/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 14:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kenalan saya pernah menulis kalimat semacam ini di status Facebook: Final Fantasy adalah game yang dibuat oleh desainer. Megami Tensei adalah game yang dibuat oleh seniman. Terlepas dari keakuratan saya menulis kembali pernyataanya di sini, kalimat ini menggerakkan saya untuk menulis sesuatu yang lagi saya gandrungi. Sebuah gim berjudul Kingdom Hearts: Birth by Sleep [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=223&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang kenalan saya pernah menulis kalimat semacam ini di status Facebook:</p>
<blockquote><p><em>Final Fantasy adalah game yang dibuat oleh desainer. Megami Tensei adalah game yang dibuat oleh seniman.</em></p></blockquote>
<p>Terlepas dari keakuratan saya menulis kembali pernyataanya di sini, kalimat ini menggerakkan saya untuk menulis sesuatu yang lagi saya gandrungi. Sebuah gim berjudul <em>Kingdom Hearts: Birth by Sleep</em> dan universenya. Soal akurasi pernyataan tersebut coba ditanya kepada orangnya langsung, Saudara Harun. Kemudian soal ketiga gim yang disebut sebelumnya, <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Final_Fantasy">wikipedia</a> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_Hearts">is</a> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Megami_Tensei">your</a> friend</em>.</p>
<p>Sebuah pujian menjadi awal mula entri ini. Pujian ini saya alamatkan kepada seri terbaru franchise Kingdom Hearts tersebut karena memiliki plot cerita yang membangkitkan kembali gairah dengan sentuhan baru. Setelah pertama kali sukses menciptakan sebuah gairah dengan menggabungkan dua unsur yang unik satu sama lainnya, tradisi RPG Jepang dengan kartun Amerika a la Disney. Kalau seri pertama tersebut memberikan sebuah angin segar melalui sintesis dua hal tersebut, seri terbaru ini memberi angin segar dengan memunculkan sebuah plot segar walau sebenar-benarnya masih terjatuh dalam tradisi fantasi-terlalu-serius dan justru menginjak-injak kepolosan dan klise-klise a la Disney yang menjadi pendampingnya.</p>
<p>Singkatnya seri terbaru franchise Kingdom Hearts ini membuat saya kembali merenungi aspek-aspek yang ada dalam franchise tersebut. Baru tersadari kalau aspek-aspek yang ada rupanya erat dengan apa yang dapat ditemui di perkuliahan filsafat manusia. Rupanya Kingdom Hearts menyentuh aspek filsafat, ada filsafat dalam sebuah gim. Bukan sesuatu yang mengejutkan. Sementara dalam seri MegaTen yang lebih kelam dibandingkan dengan seri Kingdom Hearts dengan gamblang banyak mengambil aspek mitologi dan tak jarang menyentuh teologi. Kembali pada kutipan di awal entri, perdebatan apakah desainer dan seniman adalah dua entitas yang berbeda atau sama, atau malah dua sisi dalam satu koin terserah mau menyebut bagaimana. Bukan saatnya mendiskusikan itu karena untuk saat ini saya membedakan keduanya.</p>
<p>Saya membedakan dengan mengambil contoh dua gim dari masing-masing franchise. Pilihan yang saya ambil mungkin tidak tepat, tetapi saya sesuaikan dengan kapasitas pengalaman saya. Saya mengambil spinoff seri MegaTen yang pernah saya mainkan, <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shin_Megami_Tensei:_Persona">Persona</a></em>, dengan <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_Hearts:_Birth_by_Sleep">Kingdom Hearts: Birth by Sleep</a></em> yang sedang saya mainkan. Dari segi desain visual, Persona memiliki nuansa yang lebih imajinatif, lebih familiar, mengambil unsur-unsur yang lebih familiar dengan keseharian. Sementara KH:BBS jelas adalah murni fantasi kalau mau disebutkan, kalau mengambil contoh Kingdom Hearts pertama bisa kita jadikan anekdot <em>&#8220;siapa yang mau mengenakan sepatu sebesar itu untuk pergi ke sekolah?&#8221; </em>Tapi melihat sepatu kuning besar milik Sora dan celana gombrong berwarna merah itu, apakah tidak mengingatkan kita pada sosok Mickey Mouse?</p>
<p>Saya mengangguk setuju pernyataan teman saya tersebut. Dengan bukan hanya melihat segi visualnya saja tetapi juga dengan mengaitkan konteks yang dibawa masing-masing gim. Di permukaan gim Kingdom Hearts: Birth by Sleep mengisahkan petualangan tiga pendekar dalam menyelamatkan dunia, sangat klise. Sementara Persona mengisahkan sebuah plot pos-apokaliptik dengan mengobrak-abrik pemahaman pemainnya mengenai konsepsi akan common sense, pernyataan ini mungkin melebih-lebihkan tetapi saya mengambil contoh Persona 4 yang saya lebih familiar, di dalam gim tersebut sisi antagonis bukanlah sekedar monster jahat melainkan alam bawah sadar karakternya sendiri yang bentuknya berupa penolakan akan diri sendiri maupun disorientasi seksualitas. Hal yang tidak ditemui secara dangkal dalam seri Kingdom Hearts, mungkin karena perbedaan arah dan premis tetapi penggalian aspek dalam Kingdom Hearts mungkin terlalu terfokus pada apa itu menyelamatkan dunia alih-alih disorientasi seksualitas karakternya. Daripada memikirkan alam bawah sadar karakternya lebih baik pasangkan saja langsung karakter berjenis kelamin sama untuk menimbulkan sensasi homoseksualitas. Seri Persona dengan membawa objek-objek yang lebih dekat dengan keseharian seolah mengusung sebuah gagasan agar pemainnya melakukan refleksi atas dirinya sendiri, entah menjadi sekedar katarsis atau sampai ke taraf di mana gim tersebut menjadi aspek dalam dirinya selayaknya Ia membaca sebuah buku, kitab suci, atau sejelek-jeleknya sebutlah buku motivasi. Sementara seri Kingdom Hearts dengan fantasinya membawa pemainnya untuk bermimpi dalam dunia yang asing, mereka menjadi orang asing dalam dunia asing dan berusaha menjadi bagian dari dunia yang asing tersebut.</p>
<p>Melalui pernyataan panjang di atas dengan berat, secara tidak langsung, saya terkesan meletakkan desainer dalam derajat lebih rendah dibanding seniman. Tapi perdebatan mengenai ini bukan yang menjadi fokus saya sekarang. Kembali pada pernyataan di awal, apa yang saya tangkap adalah mengenai penggalian aspek tersebut. Apabila seri Final Fantasy dikaitkan dengan desainer mungkin dikarenakan seri tersebut lebih mengutamakan desain fantasional dengan premis dan aspek yang relatif lebih dangkal namun familiar dan mudah diterima. Desainer mengutamakan sebuah &#8216;karya&#8217; yang menarik dan terikat dalam batas komunikasi, sebuah &#8216;karya&#8217; desain bukan hanya mesti menarik tetapi juga mesti komunikatif. Sementara desain MegaTen terlihat lebih sederhana, alakadarnya, tetapi mengusung aspek yang lebih dalam dan kompleks dari yang terlihat di permukaan. Selayaknya &#8216;karya&#8217; seniman di mana aspek komunikatif lebih rendah dan lebih memicu penikmatnya untuk melakukan kontemplasi sendiri terhadap &#8216;karya&#8217;. Kita dapat memahami sebuah poster iklan masyarakat dalam hitungan detik akan tetapi untuk memahami lukisan Picasso mungkin butuh bertahun-tahun, dan bisa jadi justru lebih berupa spekulasi-spekulasi dari pada pemahaman sesungguhnya seperti kita memahami bagaimana itu program Keluarga Berencana melalui billboard BKKBN.</p>
<p>Kemudian dari pemahaman tersebut saya melakukan pembongkaran atas aspek yang ada dalam franchise Kingdom Hearts, dan relasinya dengan filsafat manusia. Akan tetapi juga melalui pemahaman tersebut saya merasa campur aduk terhadap franchise ini. Di satu sisi saya mengagumi keberadaan aspek filosofis yang bisa digali dalam seri fantasi-semua-umur ini namun melihat posisinya sebagai karya sebuah desainer ada sebuah kekecewaan atau kepirhatinan bahwa aspek tersebut kalau tidak disengaja masuk bisa jadi justru sengaja asal ditempelkan untuk membuatnya lebih keren. Akan tetapi pernyataan kekecewaan tersebut membawa saya pada judgment yang tidak sehat. Kalau memang ada aspek filosofis yang bisa digali dari franchise ini maka tidak ada salahnya digali, dan di sini justru posisi menarik dari menikmati sebuah karya.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Ada sesuatu yang tampak sebagai sebuah kesalahan, menyamakan seri Final Fantasy dengan Kingdom Hearts. Saya menyamakan keduanya dengan alasan keduanya ditelurkan dari kelompok yang sama, dan memang Kingdom Hearts pun bisa dilihat sebagai sebuah spinoff dari Final Fantasy sendiri. Mengingat Kingdom Hearts adalah Final Fantasy bertemu Disney, bukan Square Enix (dulu Squaresoft) bertemu Disney.</p>
<p>Perlu saya akui di belakang ini juga kalau saya sendiri sangatlah bukan ahli dalam seri Megami Tensei. Pemahaman saya terhadap franchise tersebut masih dangkal dan saya melakukan generalisasi sebatas pengalaman saya saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=223&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2011/03/04/kingdom-hearts-dan-megami-tensei/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harry Potter 7A</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2010/11/28/harry-potter-7a/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2010/11/28/harry-potter-7a/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 14:02:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Sejujurnya saya cuma mau mengejar satu post per bulan saja dalam mengetik entri ini. Rupanya sudah lewat sebulan sejak saya membuat akun last.fm dan membuat entri yang berkaitan dengannya. Berhubung ini ibarat sinetron kejar tayang maka seadanya saja, sependek mungkin. Membicarakan film anyar yang kalau menurut saya surprisingly good. Mengutip apa kata teman saya, &#8220;film [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=159&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejujurnya saya cuma mau mengejar satu post per bulan saja dalam mengetik entri ini. Rupanya sudah lewat sebulan sejak saya membuat akun last.fm dan membuat entri yang berkaitan dengannya. Berhubung ini ibarat sinetron kejar tayang maka seadanya saja, sependek mungkin. Membicarakan film anyar yang kalau menurut saya <em>surprisingly good</em>.</p>
<p><a href="http://catatatan.files.wordpress.com/2010/11/harry-potter-and-the-deathly-hallows-running.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-162" title="Harry-Potter-and-the-Deathly-Hallows-running" src="http://catatatan.files.wordpress.com/2010/11/harry-potter-and-the-deathly-hallows-running.jpg?w=575" alt=""   /></a></p>
<p>Mengutip apa kata teman saya, &#8220;<em>film ini yang ngikutin gue sepanjang remaja, wajib tonton yang terakhirnya nih.</em>&#8220;</p>
<p>Saya tidak mewajibkan menonton film ini, itu pilihan bebas kalian mau menonton atau tidak. Tapi bagi saya bagian pertama dari seri terakhir saga film Harry Potter (yang memang pertama muncul saat saya masih SD, sekarang saya udah kuliah) ini layak ditonton. Keunggulan yang saya akui adalah alur penceritaan yang mengikuti kedewasaan karakter-karakternya. Kalau film-film sebelumnya, sebutlah yang kedua (&#8230;and the Chamber of Secrets) yang saya tonton beberapa minggu sebelum film ini rilis di saluran televisi kabel, selayaknya remaja yang masih labil dan terasa lompatan-lompatan dari dan menuju klimaks. Memiliki hentakan yang keras menjelang akhir cerita dan anti klimaks yang membuat kita mengelus dada. Di seri ini justru kita bisa dibuat tegang sepanjang film, mengelus dada sepanjang film, dan tiba-tiba saja <em>credit roll</em> sudah muncul. Sekilas dari apa kata saya di sini film ini terasa membosankan, bayangkan sebuah film tanpa klimaks tetapi ketika menonton saya sendiri mendapati ketegangan yang dulu saya dapat saat membaca bukunya bisa diamplifikasi melalui adegan-adegan film. Keunggulan film ini justru ada di ketidakadaan gejolak antar adegan tersebut. Kalau saya mau mengulang apa kata saya di twitter beberapa hari setelah saya menonton, saya membandingkan film-film Harry Potter sebelumnya seperti membaca komik ringan, komik bergenre shonen mainstream. Film ini justru menyajikan film Harry Potter seperti membaca sebuah komik seinen dengan gaya gambar ala kadarnya, atau kalau bisa lebih baik lagi seperti membaca novelnya.</p>
<p>Tak ketinggalan, saya cukup menyukai poster film ketujuh ini. Gaya yang dipakai dalam poster film ketujuh seolah menggambarkan dan meyakinkan penonton bahwa film ini akan berbeda dengan film-film sebelumnya. Rupanya mereka tidak berbohong (selain soal film ini tadinya akan disajikan dalam format 3D, tapi tanpa 3D pun film ini sudah cukup bagus). <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menjelang akhir cerita kita bisa menyaksikan sebuah animasi singkat, cerita dalam cerita, mengisahkan <em>The Tale of Three Brothers</em> yang memegang kunci dalam cerita keseluruhan. Perlu saya akui juga kalau saya terpukau dengan animasi tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=159&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2010/11/28/harry-potter-7a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatatan.files.wordpress.com/2010/11/harry-potter-and-the-deathly-hallows-running.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Harry-Potter-and-the-Deathly-Hallows-running</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Top 18</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2010/10/24/top-18/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2010/10/24/top-18/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 12:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampau]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya saya baru membuat akun last.fm beberapa minggu lalu. Sedari pertama saya membuat saya agak bingung dan hanya terpikir untuk menambah satu nama ke dalam library akun saya. Maka jadilah itu akun kosong selama beberapa minggu, sekarang saya baru saja mengunduh scrobbler dari situsya langsung. Fungsinya? Mensinkronisasi aktivitas pemutar musik di komputer saya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=149&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ceritanya saya baru membuat akun <a href="http://www.last.fm">last.fm</a> beberapa minggu lalu. Sedari pertama saya membuat saya agak bingung dan hanya terpikir untuk menambah satu nama ke dalam library akun saya. Maka jadilah itu akun kosong selama beberapa minggu, sekarang saya baru saja mengunduh scrobbler dari situsya langsung. Fungsinya? Mensinkronisasi aktivitas pemutar musik di komputer saya dengan akun last.fm saya itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="last.fm" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/8/89/Lastfm_logo_red.png" alt="last.fm" width="145" height="45" /></p>
<p>Jadilah saya ingin mengupdate sedikit tentang 18 artis yang berdiri di urutan 18 teratas library saya itu. Jelas ini sangat subjektif dan saya cuma mau bercerita soal bagaimana saya berkenalan dengan karya artis-artis tersebut dan bagaimana kesan saya, mungkin, ke depannya. Jadi <a href="http://sora9n.wordpress.com/2010/10/01/current-playlist-2010-10-01-world-music-edition/">santai saja lah</a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-149"></span></p>
<h3>18. maliq &amp; d&#8217;essentials</h3>
<p>Grup musik satu ini buat saya stigma-nya sangat <em>SMA banget</em>. Mungkin karena musik-musiknya paling sering saya dengar semasa SMA dan kebetulan juga mereka yang mengisi acara di prom night SMA dulu. Buat saya yang jarang&#8211;lebih tepatnya malas&#8211;datang ke sebuah pagelaran musik jelas kesempatan malam itu adalah kesempatan sekali seumur hidup buat langsung menyaksikan grup musik kesukaan saya di masa itu. Lirik-liriknya memang banyak yang melankolis, bicara soal cinta, mulai dari yang tak berbalas sampai yang bisa dipakai untuk melamar pasangan hidup. Pada satu lagu bisa terasa memiliki perspektif akan cinta yang dewasa tetapi di kebanyakan lainnya saya justru mendapati masih naif dan membuat saya semakin merasa ini seperti khas anak muda bicara cinta sekali. Bukan jelek, justru terkadang kita butuh kenaifan untuk mengingatkan betapa sederhana dan indahnya hidup kalau tidak dibawa susah. Belakangan saya sudah jarang dengar, kecuali untuk beberapa lagu yang lebih baru misalnya saja &#8220;Mata, Hati, Telinga&#8221; dari <em>mini album</em> berjudul sama (yang terbit setelah saya lulus SMA). Lagu itu meski masih berbicara cinta, membuat sebuah perspektif yang lain dibanding lagu-lagu sebelumnya.</p>
<h3>17. Gumi (Megpoid)</h3>
<p>Saya agak susah mau membicarakan &#8220;artis&#8221; satu ini, karena seperti yang bisa diketahui. Artis satu ini bukanlah manusia, cuma sebatas vocal synthesizer. Saya pernah membahas mengenai artis ini di salah satu entri saya bulan Mei lalu. Kali ini saya akan lebih membahas soal ke-&#8221;artis&#8221;-annya sendiri. Sebagai sebuah vocal synthesizer Gumi mengambil basis suaranya dari artis negeri sakura lain yang sudah cukup memiliki nama di dunia musik sana, Megumi Nakajima. Saya sendiri justru tidak tahu banyak soal basis suaranya ini. Saya leih sering mendengar Gumi pun sebatas alasan karena saya lebih dulu tahu dan lebih dulu mendengar soal Gumi ketimbang Megumi Nakajima sendiri, ironis memang rasanya. Sebagai seorang Vocaloid ketenaran Gumi mungkin masih kalah oleh Hatsune Miku yang lebih sering terdengar namanya tetapi buat saya Gumi memiliki suara yang lebih manusiawi dan nyata dibanding Hatsune Miku itu.</p>
<h3>16. YUI</h3>
<p>Yah, pendengar J-Pop saya rasa hampir pasti akan tahu tentang penyanyi satu ini. Dulu pertama saya mendengarnya saat SMA, awal-awal saya mulai mendengar musik dan itu diawali oleh J-Pop, imej saya tentang dia adalah seorang vokalis cewek bergitar. Tembang pertamanya yang saya dengar &#8220;Tokyo&#8221; memiliki nuansa yang sedih, tetapi saya belum menaruh banyak perhatian. Baru setelah saya mendengar &#8220;Life&#8221; yang dipakai untuk sontrek anime Bleach, tembang ini memiliki nuansa yang lebih menggebrak jelas dibanding sebelumnya, barulah saya lebih penasaran. Mungkin karena terasa unik bagi telinga hijau saya saat itu, bagi seorang cewek berparas ayu dengan lagu mendayu di &#8220;Tokyo&#8221; kemudian menggebrak dengan &#8220;Life&#8221;. Sejak saat itu saya menjadi pendengar setianya, tanpa sadar mungkin berulang kali tembangnya diputar entah di iPod saya atau komputer saya terus-menerus hingga bertahun-tahun saya terus mendengarnya. Saya agak menyayangkan hanya sau albumnya yang resmi dirilis di Indonesia, album keduanya &#8220;Can&#8217;t Buy My Love&#8221;, saya sempat berharap album setelahnya  akan dirilis resmi juga di Indonesia. Tapi tampaknya tidak, agak disayangkan memang untuk penyanyi Pop yang memiliki suara khas meski mungkin aransemennya tidak akan terlalu menghipnotis. Setidaknya buat saya yang lebih sadar tentang suara dibanding nada.</p>
<h3>15. Angela Aki</h3>
<p>Pertama kali saya dengar di channel Animax, dulu masih SMA juga, masih awal-awal mendengar musik dan masih ada di ranah musik Jepang juga. Saya sendiri lupa tembang apa yang saya dengar itu. Karena setelah saat itu saya tidak pernah lagi mendengar tembang-tembangnya, baru setelah sekitar setahun yang lalu saya iseng-iseng mencoba membeli albumnya yang kebetulan ada terbitan resminya di Indonesia. Album yang saya beli itu diberi nama &#8220;Answer&#8221;. Jangan terlalu filosofis karena toh album ini tidak memberi jawaban apa-apa, selain membuat saya teringat kalau dulu saya pernah mendengar artis ini yang memiliki paras dewasa dengan suara yang sebanding dengan tampilannya. Musik-musiknya yang saya ingat kebanyakan dihiasi suara piano karena imejnya juga yang sering ditempelkan dengan piano. Saya pribadi tidak menemukan keunikan yang membuat saya sampai benar-benar merasa artis ini begitu distinct dengan artis lainnya tetapi perlu saya akui vokalnya yang halus sering saya gunakan sebagai pengantar tidur kalau saya putar di iPod saya.</p>
<h3>14. Marié Digby</h3>
<p>Dibandingkan artis-artis yang sudah saya cantumkan di atas, pengalaman saya sama yang satu ini masih sangat baru. Saya agak lupa kapan pastinya tapi jelas saya mendengarnya selepas saya lulus SMA. Saya pertama dikenalkan oleh kakak saya yang database lagunya jauh lebih beragam dibanding saya dan jelas lebih banyak, pertama dia menyuguhkan saya albumnya yang sepenuhnya berisi lagu-lagu berbahasa Jepang. Karena memang ternyata artis yang awalnya tenar dari youtube ini memiliki keturunan Jepang dan diberkahi kemampuan untuk berbicara bahasanya juga ternyata. Album &#8220;Second Home&#8221; yang berisi lagu-lagu berbahasa Jepang itu lebih banyak diisi lagu-lagu yang lebih minimalis. Saya suka salah satu lagunya yang berjudul &#8220;Kimi to Iu Hana&#8221; yang rupanya adalah lagu asli dari band Jepang Asian Kung-Fu Generation. Kemudian saya membeli albumnya yang lain &#8220;Breathing Underwater&#8221;, di sini lagunya sudah lebih seperti lagu kebanyakan tetapi untunglah saya masih bisa mengenali vokalnya. Sebagai artis yang awalnya terkenal di youtube lewat mengcover lagu-lagu tenar, sepertinya saya bisa mendengar artis ini terus menerus.</p>
<h3>13. mihimaru GT</h3>
<p>Pertama mendengar namanya saya teringat Gran Turismo, gim balap yang dulu saya mainkan waktu masih zamannya Playstation (rupanya masih eksis ya sekarang?). Tapi bukan mau membicarakan gim itu lah sekarang. Grup ini berupa duo, Miyake dan Hiroko (dan rupanya nama GT itu memang diambil dari Gran Turismo, silakan dicek di wikipedia), satu laki-laki dan satu perempuan, yah pentingnya apa. Nuansa musik mereka sering berkutat pada RnB, Hip Hop tapi yah kalau yang memiliki stigma tertentu terhadap musik Jepang jelas akan tetap merasakan musiknya sebagai musik Jepang. Saya sendiri bingung dengan klasifikasi musik dalam genre-genre tertentu tetapi untuk memudahkan marilah kita sebut saja musik mereka memiliki nuansa modern (dalam arti kata kekinian, bukan modern dalam lingkup abad 19 saja) yang kental, nuansa urban (jadi jangan harap bisa mendengar musik macam &#8220;Bengawan Solo&#8221; dalam tembang mereka). Musik mereka cukup segar bagi telinga saya dan memberi semangat tetapi di sisi lain pun memiliki emosi tersendiri. Salah satu contohnya untuk soal emosi mungkin tembang pertama mereka yang saya dengar di Animax, &#8220;Kakegae no Nai Uta&#8221; yang dipakai untuk salah satu film Doraemon. Sampai saat ini saya masih suka memutarnya di iPod saya, lagu-lagu mereka yang lain dan lebih recent, sebagai moodmaker ketika sedang bosan menunggu kelas di kampus.</p>
<h3>12. Vierra</h3>
<p>Perlu saya jelaskan sebelumnya bahwa saya punya kebiasaan untuk membersihkan play count database iTunes saya secara tanpa alasan. Jadi saya agak heran kok bisa-bisanya ada nama ini di urutan ke-12, mungkin karena sejak terakhir saya bersihkan saya baru mendengar album mereka. Buat saya, jujur saja, mereka ini macam <em>guilty pleasure</em> karena mungkin secara kualitas pun mereka ya kebanyakan gak bakal beda-beda jauh. Kualitas mereka tidak menonjol banget tapi entah apa saya menikmati mendengarkannya. Itu saja. Saya sendiri juga tidak tahu banyak soal sepak terjang mereka.</p>
<h3>11. Megurine Luka</h3>
<p>Kembali ke dilema saya ketika membahas Gumi sebelumnya. Untuk yang satu ini tapi saya agak lupa, atau memang tidak tahu, suara siapa yang digunakan sebagai basisnya. Selain itu juga perlu dicatat Megurine Luka sama dengan Hatsune Miku, berbeda dengan Gumi, karena ditelurkan oleh perusahaan yang berbeda meski berdasar pada aplikasi yang sama dari Yamaha. Saya pun melihat ada perbedaan kualitas antar ketiga Vocaloid ini. Gumi memiliki kualitas yang lebih manusiawi sedangkan Luka dan Miku lebih mekanik. Tetapi ada satu kelebihan Luka adalah bilingualnya, kemampuan melafalkan teks bahasa Inggris Luka lebih baik dibanding Miku yang berasal dari satu perusahaan. Selain itu pun karakter suaranya pun berbeda, memiliki karakter yang lebih berat sehingga apabila digubah dengan baik kekurangan dari suara yang terlalu mekanik dapat tertutupi. Dengan karakter suaranya pun lagu yang dibaakan dapat lebih menarik perhatian saya, contoh lah menurut saya memang karakter suara Luka pantas untuk lagu yang lebih mengayun atau jazzy, di lain kesempatan pun electronic juga terasa pas.</p>
<h3>10. KOKIA</h3>
<p>Saya sudah mendengar namanya sejak awal lulus SMA tapi baru berkesempatan mendengarnya mungkin sekitar awal tahun ini. Pertama saya dengar adalah lagunya untuk mengisi gim PS3 (yang tidak saya mainkan jelas) Ar Tonelico III, berjudul &#8220;EXEC_COSMOFLIPS/.&#8221; dengan lirik yang abstrak berbalut bahasa buatan untuk cerita dalam gim itu disuarakan oleh karakter suara yang menghipnotis jelas membuat saya ingin mendengar lebih banyak. Saya pun mencari dan mendengarkan lebih banyak lagunya, barulah saya dapatkan keunggulan dari penyanyi ini. Jelas bagi saya yang seringkali mementingkan kualitas vokal adalah karakter vokalnya yang terbilang unik. Saya katakan unik karena memiliki kelembutan tetapi juga mampu memperluas karakternya. Bagi saya untuk menjelaskannya dengan singkat suaranya dapat terdengar seperti suara anak kecil, suaranya dapat menjadi polos tetapi dari kepolosan itu suaranya menjadi terasa megah. Terlebih dalam beberapa tembang ketika tembang itu memang diiringi oleh musik yang mendukung. Di antara jajaran penyanyi yang saya senangi karakter suaranya jelas KOKIA ini adalah salah satunya. Saya belum banyak mendengar kabar terbarunya, belakangan saya habiskan mendengar lagu-lagunya yang sudah saya nikmati sejak awal tahun itu. Salah satu yang saya rasa cukup menarik perhatian adalah ketika Ia mengcover salah satu tembang lawas yang cukup terkenal, &#8220;What a Wonderful World&#8221;.</p>
<h3>9. Padhyangan Project a.k.a. P Project</h3>
<p>Siapa masih ingat grup satu ini? Mereka yang sudah sadar diri di tahun 90an saya rasa mengenalnya. Kalau sekarang ini populernya Project Pop, dulu terkenal adalah P Project ini. Buat saya P Project ini lebih nakal dan lebih pol lucunya dibanding penerusnya sekarang. Saya tidak menghapal betul diskografi mereka tetapi satu hal yang saya tangkap dan anggap sebagai corak mereka adalah kemampuan mereka untuk memparodikan lagu-lagu dengan lirik yang lucu tetapi tetap bermakna. Dalam artian makna tersebut bukan sebatas lucu-lucuan saja tetapi juga bisa diperhitungkan sebagai sebuah kritik sosial. Kalau sekarang ada Efek Rumah Kaca yang juga memasukkan kritik sosial dalam nuansa yang murung, P Project berhasil membuat pendengarnya tertawa menertawakan diri sendiri seperti Benny dan Mice. Kritik yang disampaikan dengan tawa. Saya ambil contoh dengan lagu mereka yang sering saya dengar belakangan. Lagu mereka berjudul &#8220;Reformadai (Reformasi Damai)&#8221; yang memparodikan sebuah lagu Barat untuk melodinya (saya lupa lagu apa) sedang liriknya sendiri membicarakan tentang reformasi. Lagu yang memang dirilis sekitar tahun 98 itu membicarakan bagaimana reformasi tuntutan mahasiswa, kondisi reformasi, dan nasib mahasiswa yang berguling dengan skripsi. Bagi saya, bila ditilik lagi lagu ini masih relevan bahkan 12 tahun setelah lagu itu dibuat.</p>
<h3>8. The Beatles</h3>
<p>Siapa pula yang tidak tahu mereka? Lagu-lagu mereka sering dibilang timeless, tidak pernah membosankan, apa lah. Meski jujur saya sedang bosan mendengarkan mereka sejak beberapa bulan lalu. Saya sudah berkenalan dengan mereka mungkin sejak masih TK tetapi baru benar-benar mendengar mereka saat SMA ketika saya selesai membaca novel Haruki Murakami yang judulnya diilhami salah satu lagu mereka. Jadilah lagu itu pula yang masih saya dengarkan sekarang, lagu berjudul &#8220;Norwegian Wood&#8221;.</p>
<h3>7. Hatsune Miku</h3>
<p>Di kalangan para otaku dinobatkan sebagai world first virtual diva. Tapi apa yang hebat dari Vocaloid satu ini? Popularitasnya, menurut saya. Sama seperti saya sudah menyebut dua Vocaloid sebelumnya (Gumi dan Megurine Luka) saya masih dilema untuk membahasnya. Mengenai kesan dan pesan saya terhadap mereka alangkah lebih baiknya jika membaca <a href="http://catatatan.wordpress.com/2010/05/24/ulang-tahun-dan-renungan-dari-vocaloid/">entri saya yang lain</a> itu, yang sudah saya tulis 5 bulan lalu. Mengenai karakternya sendiri di antara 3 Vocaloid yang masuk dalam daftar 18 ini Hatsune Miku memiliki kualitas yang bisa membuatnya disebut moe, dengan suara yang masih mekanik kental, cempreng, tetapi justru itu tampaknya yang membuat dia memikat. Kalau saja mungkin dimasukkan unsur desain karakternya yang berbeda dengan Luka dengan paras dewasa atau Gumi dengan dandanan yang absurd, Miku memiliki desain yang lebih remaja. Justru buat saya Miku ini Vocaloid yang biasa-biasa saja, bahkan saya masih berpikir macam Meiko atau Kaito lebih enak walau lebih tua. Tetapi di dunia sekarang ini popularitas bisa mengalahkan itu semua, dan rupanya saya masih terbawa arus mainstream untuk terus memutar lagu-lagunya.</p>
<h3>6. Linkin Park</h3>
<p>Saya mulai lelah..  Band rock yang sudah mendunia, siapa yang tidak tahu. Silakan cari tahu info soal band yang diisi vokalnya oleh Chester Bennington ini, gunakan Google. Pertama kali saya degar saat masih SD dari kakak saya yang menyodorkan video klip &#8220;In the End&#8221; yang fantastis itu kepada saya. Kemudian saya melihat lagi &#8220;Pts. of Athrty&#8221; yang membuat saya semakin kagum, dengan video klipnya. Saat SMP saya mulai sok-sok mendengar lagu cadas, rap, g4ul abis lah pokoknya, saya tidak banyak peduli soal lagu mereka. Pokoknya mereka keren dan saya gaul, itu saja. Baru saat SMA saya pindah aliran ke Jepang dan saat SMA ini mereka merilis album ketiga mereka &#8220;Minutes to Midnight&#8221; saya merasakan kekaguman saya pada mereka lebih dari sekedar kegaulan saja. Walau ada saja yang kecewa dengan album ini karena LP tidak lagi Nu Metal seperti dulu buat saya justru di sini band ini memberi saya pencerahan dalam mendengar musik. Lirik mereka <span style="text-decoration:line-through;">yang emo</span> yang bukan sekedar keluh kesah tetapi menjadi sebuah deskripsi tentang kehidupan dari sudut pandang subjektif mereka. Sampai saat ini saya belum membeli album terbaru mereka tetapi dari dua single yang sudah saya dengar salah satunya adalah &#8220;The Catalyst&#8221; saya kembali merasa kagum pada mereka. Mungkin karena saya dengarkan lagu itu sambil membaca teks eksistensialisme, lagu itu menjadi begitu keras di telinga.</p>
<h3>5. Olivia Ong</h3>
<p>Saya pertama tahunya dia ini penyanyi beraliran bossa, swing, jazz, apa lah. Tapi ternyata dia menyanyi pop juga, bukan masalah sih. Karena pertama saya tahu dia ini penyanyi aliran bossa maka jelas apa yang membuat saya suka adalah lagu-lagunya yang halus dan bisa menenangkan mood, meski tidak berhasil tiap saat tapi cukuplah untuk sekedar menjadi moodmaker. Tembang pertamanya yang saya dengar, over dari &#8220;The Girl from Ipanema&#8221; yang saya dengar ketika saya baru saja menyalakan iMac saya untuk pertama kali. Saat itu library musik masih kosong melompong dan hanya ada lagu ini dan satu album Bali Lounge serta beberapa album Emi Fujita. Jadilah saya menikmati dan terus sampai beberapa saat lamanya kemudian saya mendengarkan tembang-tembangnya yang lain.</p>
<h3>4. Tokyo Brass Style</h3>
<p>Sebuah grup musik, instrumental, dengan aliran agak jazzy, sering mengaransemen ulang sontrek-sontrek anime menjadi jazz. Salah satu yang cukup menarik menurut saya adalah versi jazz dari &#8220;Sora-iro Days&#8221;, sontrek anime Tengen Toppa Gurren Lagann, yang mereka bawakan. Dengan nuansa jazz yang menghidupkan kembali lagu J-Pop tersebut tetapi tidak membuat lupa akan lagu aslinya. Lagu-lagu lain yang mereka mainkan ulang beragam dari anime yang lebih baru atau anime yang lebih lama sampai saya saja tidak tahu itu anime apa. Salah satu album mereka misalnya yang khusus berisi lagu-lagu dari anime keluaran studio Ghibli, hanya beberapa yang bisa saya kenali. Di album yang sama ini juga mereka dengan cantik mengaransemen ulang dan mengubah nuansa lembut dari &#8220;Itsumo Nandemo&#8221; dari anime Sen to Chihiro no Kamikakushi menjadi lebih ceria dan bersemangat. Saya sendiri lupa bagaimana pertama kali tahu tentang mereka, lupakan hal itu mereka ini jadi salah satu yang sering saya putar di iPod saya ketika saya sedang ingin sedikit berjazzy ria di samping pilihan lainnya.</p>
<h3>3. SCANDAL</h3>
<p>Kata kunci untuk mereka mungkin ada dua, &#8216;seifuku&#8217; dan &#8216;rock&#8217;. Kombinasi yang tidak terbayangkan rasanya. Sebagai band yang berisi empat personil cewek, jelas menjadi all-girl band adalah daya tarik sendiri. Membawakan diri pula sebagai band pop-rock, kemudian dengan kata kunci seifuku karena mereka selalu mengkostumkan diri mereka dengan baju-baju yang diinspirasi oleh seragam sekolah. Di satu sisi saya merasa, kalau bisa disampaikan dengan kata yang tepat, kasihan dengan mereka. Karena idealisme saya sendiri mungin bukan tipe yang menjustifikasi sekumpulan perempuan seperti ini, mengobjekkan diri sendiri untuk sebuah hiburan. Tetapi dunia entertainment memang menjadi penuh paradoks. Di satu sisi tadi saya tidak menyenangi perempuan mengobjekkan diri mereka sendiri tetapi di satu sisi lain saya menyenangi musik mereka. Kesampingkan paradoks maka kenyataannya saya mendengar musik mereka cukup sering meski sudah sangat jarang bahkan tidak pernah sejak beberapa bulan terakhir. Lagipula saya bukan tipe yang terlalu menyenangi musik dengan berjingkrakan.</p>
<h3>2. Younha</h3>
<p>Serius, saya sudah sangat lelah..  Perkenalan pertama saya dengan penyanyi ini, berbarengan dengan saya mengenal YUI. Asalnya pun bisa dibilang hampir mirip, anime Bleach. Lagu mereka sama-sama dipakai untuk sontrek anime tersebut, untuk Younha yang dipakai berjudul &#8220;Houki Boshi&#8221;. Dengan kesamaan tersebut dulu saya memiliki kebiasaan untuk menyandingkan mereka berdua, imej mereka yang mirip. Sama-sama cewek penyanyi pop, anime, muda, relatif baru. Bedanya yang satu bersenjatakan gitar dan satu lagi piano. Tetapi waktu berjalan dan selang berapa lama saya tidak pernah mendengarnya lagi, rupanya dia kembali ke negeri asalnya yaitu Korea Selatan dan meniti karir kembali sebagai penyanyi K-Pop. Saya baru mendengarnya lagu lama setelah lulus SMA dan saya sudah memiliki library musik yang lebih beragam. Saya menyadari imej lamanya sudah jauh berubah tetapi saya jadi menyenangi bahwa rupanya dia memiliki vokal yang menarik. Contoh yang saya suka adalah &#8220;My Song and&#8230;&#8221; dari album &#8220;Someday&#8221; di mana pada tembang tersebut saya merasakan kekuatan vokalnya yang dahsyat dan bahasa Inggris yang bagus. Setidaknya menurut saya.</p>
<h3>1. Akiko Shikata</h3>
<p>Kalau mau dibilang, di antara 18 nama yang sudah saya sebutkan nama terakhir inilah yang paling tepat posisi dan kenyataannya. Kenyataannya memang inilah artis yang paling sering saya dengar lagunya sejak pertama saya berkenalan dengan lagunya di gim Ar Tonelico II sekitar awal atau tengah tahun 2009 lalu. Kemudian saya mencari lebih jauh lebih dari sekedar lagunya yang digunakan untuk sontrek saga gim tersebut. Bagi saya lagu-lagunya memiliki kemampuan menghipnotis, membuat saya entah kenapa tidak merasa bosan dan merasa dibuai oleh lagunya. Bukan hanya sekedar lagunya yang membuai, dengan lirik yang bisa terkesan datang dari cult tertentu tetapi memiliki keindahan tersendiri. Salah satu yang terasa cocok misalnya untuk ritual pemanggilan hujan ada di album &#8220;RAKA&#8221; berjudul &#8220;Haresugita Sora no Shita de&#8221;. Sedangkan untuk keindahan yang lebih menyeluruh saya memilih album &#8220;Haikyou to Rakuen&#8221;, contoh lagu dari album tersebut yang saya pilih adalah &#8220;se l&#8217;aura spira&#8221; yang aslinya adalah lagu klasik Italia. Kemampuan yang cukup membuat unik artis satu ini adalah kemampuannya bernyanyi dalam beragam bahasa, meski saya sendiri kurang tahu akurasinya, tetapi dalam lagu &#8220;se l&#8217;aura spira&#8221; tersebut dan lagu &#8220;Mare&#8221; (ada dua versi untuk lagu ini) yang keduanya berbahasa Italia dan keduanya dinyanyikan dengan indah dan cantik. Selain sebagai vokalis artis ini sendiri juga mengomposisi lagunya sehingga ada beberapa albumnya yang berupa instrumental biasa dan instrumental yang dibuat seperti music box/orgel. Sehingga bagi saya sendiri saya mengagumi artis ini yang diberkahi suara yang menyentuh dan kemampuan komposisi yang menghasilkan aransemen pendukung setia vokalnya.  Sekian 18 teratas dalam library saya.</p>
<p>Perlu saya ingatkan sekali lagi akurasinya jelas sangat diragukan karena toh ada artis yang tidak terlalu saya senangi masuk, penyebabnya bisa beragam. Sementara yang saya senangi justru tidak masuk. Terlihat lagi paradoks posisi 3 Vocaloid yang ada di dalam 18 itu, meski saya pribadi paling menyukai Gumi posisinya justru paling bawah bukan? Pada akhirnya daftar seperti ini memag tentatif dan tidak penting lah. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Contoh yang saya suka dan kagumi tapi tidak masuk dalam daftar misalnya: homogenic, Efek Rumah Kaca, Bob Dylan, Pink Floyd, Yellowcard, Natasha Beddingfield, Nujabes, Mika Nakashima, Bali Lounge, Lily Allen, Bossanova Jawa, RAN, dan sebagainya lah. Profil FB saya masih lebih tepat kayaknya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=149&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2010/10/24/top-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/8/89/Lastfm_logo_red.png" medium="image">
			<media:title type="html">last.fm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10-10-10</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2010/10/11/10-10-10/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2010/10/11/10-10-10/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 08:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Orang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Enggak, saya enggak ke Pasar Seni ITB. Sedikit menyesal memang tapi karena lain alasan sih ya saya bersyukur bisa melewati hari itu sampai ke tanggal 11 Oktober besoknya (atau lebih tepatnya hari ini saat saya mengetik entri ini). Sebelas tahun yang lalu saat heboh kiamat 9-9-99 sepertinya sekarang orang lebih percaya kiamat 2012. Mungkin nanti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=140&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Enggak, saya enggak ke Pasar Seni ITB. Sedikit menyesal memang tapi karena lain alasan sih ya saya bersyukur bisa melewati hari itu sampai ke tanggal 11 Oktober besoknya (atau lebih tepatnya hari ini saat saya mengetik entri ini). Sebelas tahun yang lalu saat heboh kiamat 9-9-99 sepertinya sekarang orang lebih percaya kiamat 2012. Mungkin nanti kalau 2012 sudah kita lewati manusia akan mencari-cari tanggal kiamat baru.</p>
<p><em>Aside of that</em>, hebohnya 10-10-10 ini memang membuat saya geli sedikit. Di lain tempat ada beberapa &#8220;orang suci&#8221; yang merasa masyarakat Indonesia sekali lagi di pinggir jurang kemusyrikan (yang kalau saya baca artikelnya dia pakai istilah &#8216;<em>kurafat</em>&#8216; juga) dengan mengangungkan 10-10-10 ini.</p>
<p>Baiklah, mengagungkan 10-10-10 memang bodoh. Terkecuali untuk mereka yang membuat <em>venue</em> besar pada tanggal itu, sebutlah acara rutin Pasar Seni itu. Tapi memaksa-maksa 10-10-10 memang bodoh. Tidaklah saya ingin menyalahkan kalian. Pada dasarnya kalian bebas mengisi hari itu dengan apapun, pernikahan, jadian, makan-makan, tidur seharian, beli ponsel baru, atau mungkin malam pertama kalian? Selama kalian masih diberi hidup hari itu ya selama itu juga kalian bebas memaknai hari itu. Buat saya sendiri hari itu adalah, hari ke-10 di bulan Oktober tahun 2010 Masehi. Ada yang mau beri tahu tanggal Hijriahnya?</p>
<p>Singkat kata saja, &#8220;orang suci&#8221; yang khawatir dengan ketersesatan kami. Kami memang tidak sepantasnya mengkultuskan sebuah satu tanggal. Mungkin di lain waktu bolehkah kami mengingatkan Saudara sekalian untuk tidak mengkultuskan sebuah ajaran dan melahirkan konservatisme?</p>
<p>Hari ini, 11 Oktober 2010. Mereka yang telah mengisi hari kemarin dengan suatu hal berharga akan menghargai hari itu, sebagai kenangan. Sebaik apapun, seburuk apapun, se<em>musyrik</em> apapun, banyak dari mereka melaluinya. Hari ini mereka hidup pada 11 Oktober 2010 dan menerima tidak selamanya mereka akan hidup pada 10 Oktober 2010 yang mereka kultuskan. Mereka berubah.</p>
<p>Jadi selamatlah mereka yang telah mengisi 10-10-10 dengan kegembiraan! Sebuah kenangan dengan nomor cantik!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=140&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2010/10/11/10-10-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah ini apa?</title>
		<link>http://catatatan.wordpress.com/2010/08/22/setelah-ini-apa/</link>
		<comments>http://catatatan.wordpress.com/2010/08/22/setelah-ini-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 19:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>LSS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatatan.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Oke, hitunglah sekitar seminggu ini saya sudah menikmati setidaknya dua fiksi yang menurut saya pantas dikatakan &#8216;epic&#8216;. Terlepas dari diskursus mengenai penggunaan istilah &#8216;epic&#8216; itu sendiri saya mengatakan kedua fiksi tersebut &#8216;epic&#8216; dengan alasan yang mengatakan kedua fiksi tersebut memiliki bobot yang grandeur. Dipadukan dengan gaya penceritaan yang magnificent kemudian mengisyaratkan sebuah konsep yang menjadikannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=133&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oke, hitunglah sekitar seminggu ini saya sudah menikmati setidaknya dua fiksi yang menurut saya pantas dikatakan &#8216;<em>epic</em>&#8216;. Terlepas dari diskursus mengenai penggunaan istilah &#8216;<em>epic</em>&#8216; itu sendiri saya mengatakan kedua fiksi tersebut &#8216;<em>epic</em>&#8216; dengan alasan yang mengatakan kedua fiksi tersebut memiliki bobot yang <em>grandeur</em>. Dipadukan dengan gaya penceritaan yang <em>magnificent</em> kemudian mengisyaratkan sebuah konsep yang menjadikannya apik. Kedua fiksi itu bukan fiksi yang terlalu baru memang adalah, <em>V for Vendetta</em> (novel grafisnya) dan <em>2001: A Space Odyssey</em>.</p>
<p>Lupakanlah kalau bagi Anda saya melebih-lebihkan. Untuk fiksi pertama, <em>V for Vendetta</em>, hal terkuat yang membuat saya menyenangi fiksi ini ada di sepertiga akhir bukunya. Terbitan yang saya baca adalah terbitan Bahasa Indonesia, yang sudah dikoleksikan keseluruhan serinya. Jadi apa yang membuat fiksi ini kuat ada di akhir cerita ketika fiksi ini lebih jauh menjabarkan konsep anarki yang menjadi tema cerita dan tema karakter V dalam cerita.</p>
<p>Kalau memungkinkan lain kali akan saya bahas lebih jauh tentang novel grafis ini.</p>
<p>Kita langsung saja lanjut ke fiksi kedua. Sebuah film dari tahun 1968 buatan sutradara Stanley Kubrick. Saya sudah sering mendengar namanya tanpa tahu kemampuannya, kemudian saya menonton film ini.</p>
<p><img class="aligncenter" title="2001: A Space Odyssey" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/0/0b/2001Style_B.jpg/220px-2001Style_B.jpg" alt="" width="220" height="341" /></p>
<p>Singkatnya, film ini jelas bukan standar film blockbuster Hollywood periode sekarang lah. Malah akan terkejut mungkin saya kalau bisa menemukan <em>Summer Blockbuster</em> model begini. Halaman Wikipedia sendiri menyebutkan film ini sebagai <em>epic science fiction film</em> (berarti plus satu buat saya, ohohoho), Sebagaimana sebuah epos film ini lebih banyak berisi narasi, entah tren film pada masa itu seperti apa tetapi jelas buat saya yang terbiasa dengan sinema <em>mainstream</em> yang  panas dingin periode 1990-dst saya agak kurang kerasan menonton film ini. Hampir setengah isi film adalah tampilan naratif tanpa dialog, tanpa efek suara, hanya musik orkestra sebagai musik latar. Tapi justru itu yang membuat saya bisa menikmati film ini dengan kerutan di kepala.</p>
<p>Judul entri ini adalah isi kepala saya seusai melihat <em>credit roll</em> film ini. Film yang menceritakan perjalanan manusia dalam eksplorasi luar angkasa ini ditutup dengan adegan yang memutarbalikkan isi kepala saya. Sehingga saya cuma bisa terdiam dengan satu kalimat terngiang di kepala:</p>
<blockquote>
<h3><strong><em>Setelah ini apa?</em></strong></h3>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatatan.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatatan.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatatan.wordpress.com&amp;blog=12475646&amp;post=133&amp;subd=catatatan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatatan.wordpress.com/2010/08/22/setelah-ini-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4998c17e733d096ce4a8b71ff6d8d347?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=PG" medium="image">
			<media:title type="html">Annasophia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/0/0b/2001Style_B.jpg/220px-2001Style_B.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2001: A Space Odyssey</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
